Bagaimana Tahapan Dan Cara Membuat Software Yang Benar

Bagaimana Tahapan Dan Cara Membuat Software Yang Benar

Pengembangan software adalah proses kompleks yang melibatkan langkah-langkah tertentu untuk menciptakan sebuah program yang dapat dijalankan di berbagai perangkat dan memenuhi kebutuhan pengguna. Tahapan pembuatan aplikasi dan cara membuat software yang benar sangat penting untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan berfungsi dengan baik, dapat diandalkan, dan memenuhi tujuan yang ditetapkan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi tahapan-tahapan dan cara membuat software yang benar.

Cara Membuat Software

Ada 8 tahapan cara membuat software, dimulai dengan pengumpulan persyaratan dan diakhiri dengan perbaikan bug dan peningkatan. Berikut tahap-tahapnya:

1. Analisis Kebutuhan Pengguna

Analisis kebutuhan pengguna merupakan langkah penting dalam pembuatan aplikasi. Dengan memahami kebutuhan pengguna dengan baik, Anda dapat merancang dan mengembangkan software yang memenuhi harapan dan memecahkan masalah mereka. Berikut adalah beberapa langkah dalam melakukan analisis kebutuhan pengguna:

a. Identifikasi Stakeholder

Identifikasi semua pihak yang terlibat dalam penggunaan software, termasuk pengguna akhir, manajemen, pemilik bisnis, dan pihak terkait lainnya.

b. Temui Pengguna dan Lakukan Wawancara

Ajukan pertanyaan kepada pengguna untuk memahami pekerjaan mereka, tantangan yang dihadapi, dan harapan mereka terhadap software. Catat kebutuhan dan keinginan mereka secara rinci.

c. Observasi Langsung

Amati pengguna saat mereka menggunakan proses atau alat yang ada. Perhatikan apa yang mereka lakukan, kesulitan yang mereka hadapi, dan kebutuhan yang muncul.

d. Buat Daftar Kebutuhan

Dari hasil wawancara dan observasi, buat daftar kebutuhan pengguna yang spesifik dan jelas. Pisahkan kebutuhan fungsional (fitur dan fungsi yang diinginkan) dan kebutuhan non-fungsional (performa, keamanan, keandalan, dll.).

e. Prioritaskan Kebutuhan

Evaluasi dan prioritaskan kebutuhan pengguna berdasarkan tingkat urgensi, dampak bisnis, dan kompleksitas implementasi. Tetap fokus pada kebutuhan yang paling kritis dan mempengaruhi pengalaman pengguna secara signifikan.

f. Verifikasi Kebutuhan

Kembali ke pengguna dan pemangku kepentingan untuk memverifikasi dan validasi daftar kebutuhan yang telah Anda buat. Pastikan pemahaman yang jelas dan setuju bersama tentang kebutuhan yang ada.

g. Dokumentasikan Kebutuhan

Buat dokumen formal yang mendokumentasikan kebutuhan pengguna secara rinci. Gunakan format yang jelas dan mudah dimengerti, seperti user stories, use cases, atau requirements documents.

h. Komunikasikan dan Kolaborasikan

Berkomunikasilah secara teratur dengan pengguna dan pemangku kepentingan lainnya selama proses pengembangan software. Kolaborasi yang baik akan membantu memastikan bahwa kebutuhan pengguna tetap terpenuhi sepanjang proyek.

i. Perbarui Kebutuhan

Selama proses pengembangan, kebutuhan pengguna mungkin berubah atau berkembang. Teruslah berkomunikasi dengan pengguna dan pemangku kepentingan untuk memperbarui kebutuhan dan memastikan software tetap relevan.

Analisis kebutuhan pengguna yang baik adalah kunci untuk menciptakan software yang sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi pengguna. Terlibatlah dengan pengguna secara aktif dan berkelanjutan, gunakan metode analisis yang tepat, dan dokumentasikan kebutuhan dengan baik untuk memastikan kesuksesan dalam pengembangan software.

2. Perencanaan

Perencanaan adalah langkah selanjutnya. Hal ini dilakukan agar pengembangan software di masa mendatang dapat lebih efisien. Berbagai jenis perencanaan yang bisa dilakukan. Lihat beberapa contoh di bawah ini.

  • Penyusunan jadwal kerja
  • Pembagian tugas
  • Pembuatan algoritma dari software yang akan dibuat

Diskusi tentang tahap perencanaan pengembangan software akan menyusul. Program akan selesai sesuai jadwal jika pembangunan dilakukan sesuai dengan rencana awal.

3. Pembuatan Desain

Tugas desainer UI / UX adalah menerapkan rencana tersebut setelah dibuat secara menyeluruh. Desainer akan melakukan analisis kebutuhan dan menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan prototipe software maupun aplikasi.

Prototipe dan flowchart keduanya merupakan hasil akhir yang valid untuk dibuat oleh desainer UI dan UX. Langkah selanjutnya adalah menyerahkan desain kepada programmer yang akan mengubah flowchart menjadi kode yang sebenarnya.

4. Implementasi Desain

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengembang akan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan visi desainer UI dan UX. Pengembang dan programmer bertanggung jawab untuk menerjemahkan desain UI dan UX ke dalam kode. Visi perancang UI / UX harus diimplementasikan dalam software semirip mungkin.

5. Dokumentasi

Setelah pengembangan atau implementasi selesai, langkah selanjutnya adalah menulis instruksi yang diperlukan. Proses pengembangan perangkat lunak tidak lengkap tanpa dokumentasi yang tepat.

Dalam konteks pembuatan software atau aplikasi baru, dokumentasi berfungsi sebagai sumber informasi yang berguna untuk semua stakeholder proyek. Dokumentasi juga memfasilitasi proses dan menjelaskan produk kepada pengguna dan pelanggan.

Ada dua jenis dokumentasi yang perlu Anda ketahui dalam pengembangan perangkat lunak, yaitu dokumentasi produk dan dokumentasi proses. Di mana perbedaannya? Ini adalah penjelasannya

  • Dokumentasi produk adalah deskripsi tertulis dari suatu produk software, hal ini termasuk fungsi software, cara menggunakan dan cara merawat produk software tersebut. Contoh dokumentasi produk adalah user manual yang berisi cara menggunakan produk software tersebut.
  • Proses pengembangan software dapat dijelaskan dengan bantuan dokumentasi proses. Tujuannya adalah untuk membuat manajemen pengembangan perangkat lunak menjadi jelas dan lugas. Dokumentasi proses biasanya bersifat lebih teknis dan dipakai untuk tim pengembang proyek.

6. Pengujian

Ketika seorang pengembang selesai dalam proses pengembangan software, ia akan memasuki tahap pengujian. Pada fase ini, program dijalankan dalam hal fungsionalitas, fitur, dan kinerja secara keseluruhan.

Langkah pengujian melibatkan berbagai pemeriksaan dan pengukuran, termasuk untuk kebenaran, kegunaan, kelengkapan, kinerja, dan evaluasi fungsional dan non-fungsional. Karena sifat proses pengujian yang ekstensif, dibutuhkan waktu yang cukup lama.

Terdapat empat tahapan utama dalam pengujian software, yang dikenal sebagai tahapan uji software (software testing stages). Setiap tahapan memiliki fokus dan tujuan tertentu dalam memvalidasi kualitas software yang sedang dikembangkan. Berikut adalah empat tahap uji software yang umum:

a. Unit Testing (Pengujian Unit)

tahapan unit testing dari cara membuat software dan tahapan pembuatan aplikasi
Tahapan unit testing pada proses pengujian
  •  Tahap ini fokus pada pengujian unit terkecil dalam software, yaitu fungsi, modul, atau komponen individu.
  • Pengujian unit dilakukan oleh pengembang untuk memverifikasi bahwa setiap unit berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
  • Biasanya, pengujian unit dilakukan menggunakan kerangka kerja pengujian unit dan berfokus pada kasus pengujian positif dan negatif.

b. Integration Testing (Pengujian Integrasi)

  • Tahap ini berfokus pada pengujian integrasi antara unit-unit yang telah diuji secara individual.
  • Tujuan pengujian integrasi adalah memastikan bahwa unit-unit tersebut dapat berinteraksi dan berfungsi dengan baik ketika digabungkan.
  • Dalam pengujian integrasi, perhatian diberikan pada aliran data antara unit-unit, komunikasi antara komponen, serta ketergantungan dan keterkaitan fungsional antara mereka.

c. System Testing (Pengujian Sistem)

  • Tahap ini melibatkan pengujian keseluruhan sistem secara menyeluruh setelah integrasi unit dan komponen.
  • Pengujian sistem bertujuan untuk memverifikasi apakah sistem secara keseluruhan memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional yang ditetapkan.
  • Hal ini melibatkan pengujian end-to-end dari fitur-fitur, antarmuka, fungsionalitas, kinerja, keamanan, dan kompatibilitas sistem.

d. User Acceptance Testing (UAT)

  • Tahap ini dilakukan oleh pengguna atau pemangku kepentingan untuk memverifikasi apakah software memenuhi persyaratan dan harapan mereka.
  • Pengujian penerimaan melibatkan serangkaian tes yang dirancang untuk memvalidasi software dalam lingkungan yang mirip dengan lingkungan software ketika sudah dijalankan atau beroperasi (live stage atau production stage).
  • Pengguna akan melakukan serangkaian skenario pengujian yang mencakup penggunaan nyata dari software untuk mengonfirmasi apakah memenuhi kebutuhan dan memberikan nilai tambah yang diharapkan.

Perlu diingat bahwa tahapan ini mungkin dilakukan secara berulang seiring dengan perkembangan dan perbaikan software. Selain itu, terdapat juga jenis pengujian lainnya seperti pengujian regresi, pengujian keamanan, dan pengujian kinerja yang dapat dilakukan dalam tahapan yang relevan. Setiap tahap uji software bertujuan untuk memastikan kualitas dan keandalan software sebelum diimplementasikan atau dirilis kepada pengguna akhir.

7. Deployment

Tahap deployment merupakan momen penting dalam pengembangan software, di mana software yang telah dikembangkan dengan baik akan disiapkan dan diimplementasikan secara resmi. Proses ini melibatkan langkah-langkah yang hati-hati untuk memastikan bahwa software siap untuk digunakan dan memberikan manfaat yang diharapkan bagi pengguna akhir.

Untuk software berbasis aplikasi website maka tahap deployment adalah proses instalasi software ke dalam server atau web server. Sedangkan untuk software aplikasi berbasis mobile, Anda bisa mengunggah aplikasi ke Google Play Store atau App Store atau juga bisa langsung menginstalnya di perangkat pengguna terkait untuk kebutuhan pengguna.

8. Pemeliharaan dan Pembaruan

Pemeliharaan dan pembaruan adalah langkah terakhir dalam pengembangan software. Software yang sudah ada tidak tidak boleh diabaikan atau dibiarkan begitu saja. Pengembang berkewajiban untuk terus memperbarui program yang dibuat dan berjalan dengan lancar.

Program harus diperbarui jika perlu. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program terus memenuhi tujuan yang dimaksudkan secara memadai.

Kesimpulannya adalah pengembangan software yang benar melibatkan serangkaian tahapan mulai dari analisis kebutuhan hingga pemeliharaan. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini dan menerapkan praktik pengembangan yang baik, pengembang dapat menciptakan software yang berfungsi dengan baik, memenuhi kebutuhan pengguna, dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Jika tahapan pembuatan aplikasi dirasa sulit, anda dapat memanfaatkan jasa pembuatan aplikasi web dari Nextgen yang merupakan salah satu perusahaan yang menawarkan jasa pembuatan software dan aplikasi web yang bisa diandalkan. Dengan menggunakan jasa Nextgen, anda dapat mengefisiensi biaya. Selain itu Anda akan mendapatkan jaminan maksimal karena Nextgen mengandalkan tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya.

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Artikel Terbaru

Kategori Artikel

Keranjang Belanja0
Keranjang belanja kosong ...
0