Komputer kuantum punya potensi besar, tetapi sampai sekarang masih belum stabil. Salah satu masalah terbesarnya adalah informasi yang diproses bisa hilang dengan cepat dan sulit diprediksi.
Masalah utama pada qubit
Dalam komputer kuantum, informasi disimpan dan dikirim lewat qubit, atau quantum bit. Namun, informasi kuantum dapat menghilang sebelum sempat dimanfaatkan dengan baik.
“Dalam komputer kuantum, informasi ditransmisikan dan disimpan menggunakan apa yang disebut qubit (quantum bits). Tetapi informasi kuantum bisa cepat hilang,” kata Jeroen Danon, profesor di Departemen Fisika Norwegian University of Science and Technology (NTNU).
Para peneliti menjelaskan bahwa tantangan terbesarnya adalah mengetahui seberapa cepat informasi itu menghilang. Tanpa data ini, sulit untuk memperbaiki performa dan keandalan sistem kuantum.
Metode baru yang jauh lebih cepat
Tim Danon, bersama kolaborator internasional dari Niels Bohr Institute di Copenhagen, mengembangkan metode pengukuran baru yang jauh lebih cepat dan akurat.
“Kami berhasil melakukannya dalam sekitar 10 milidetik, yaitu lebih dari 100 kali lebih cepat. Dan hampir secara real time,” kata Danon.
Sebelumnya, pengukuran seperti ini biasanya memakan waktu sekitar satu detik. Di dunia fisika kuantum, itu termasuk sangat lama.
Dengan teknik baru ini, peneliti bisa memantau perubahan kecil saat informasi memudar, sesuatu yang sebelumnya sulit sekali diamati.
Apa artinya untuk masa depan
Pendekatan baru ini bisa membantu ilmuwan memahami penyebab utama hilangnya informasi pada qubit. Dari sana, mereka dapat merancang komputer kuantum yang lebih stabil dan lebih andal.
Langkah ini membuat komputer kuantum semakin dekat ke penggunaan praktis yang sesungguhnya.