Cara Penulisan Bahasa Pemrograman Dart

Cara Penulisan Bahasa Pemrograman Dart

Cara penulisan (Syntax) pada bahasa pemrograman mendefinisikan seperangkat aturan untuk menulis program. Setiap spesifikasi bahasa mendefinisikan cara penulisannya sendiri, sama juga seperti bahasa pemrograman Dart. Cara penulisan program Dart terdiri dari :

  • Variable dan Operator
  • Class
  • Function
  • Expression dan Programming Constructs
  • Pembuatan Keputusan dan Looping Constructs
  • Comments
  • Libraries dan Packages
  • Typedefs
  • Struktur data direpresentasikan sebagai Collections/ Generics

Script Dart Pertama Anda #

Mari kita mulai dengan contoh tradisional “Halo Dunia” :

main() { 
   print("Halo Dunia!"); 
}

Fungsi main() adalah fungsi yang telah ditetapkan di Dart. Fungsi ini bertindak sebagai awal titik masuk ke aplikasi. Script Dart membutuhkan fungsi main() untuk dijalankan. Fungsi print() adalah fungsi yang mencetak string atau nilai yang ditentukan ke keluaran standar yaitu terminal/console.

Output dari kode di atas adalah :

Halo Dunia!

Jalankan Program Dart #

Anda dapat menjalankan program Dart dengan dua cara :

  • Melalui terminal
  • Melalui IDE WebStorm

Melalui Terminal #

Untuk menjalankan program Dart melalui terminal :

  • Buka Project yang Anda ingin jalankan
  • Ketik perintah berikut di jendela Terminal
dart nama_file.dart

Melalui IDE WebStorm #

Untuk menjalankan program Dart melalui WebStorm IDE :

  • Klik kanan file Dart di IDE. (File harus berisi fungsi main() untuk mengaktifkan eksekusi)
  • Klik opsi ‘Run <file_name>’ . Tangkapan layar diberikan di bawah ini.

Menjalankan Dart dapat juga dilakukan dengan mengeklik tombol Tombol Jalankan atau menggunakan pintasan Ctrl+Shift+F10 untuk menjalankan Dart.

Opsi Command-Line Dart #

Opsi command-line Dart digunakan untuk mengubah atau mengatur parameter eksekusi script Dart. Opsi baris perintah umum untuk Dart meliputi berikut ini :

No Opsi & Deskripsi Baris Perintah
1 -c atau –c

Mengaktifkan assertions dan type checks (checked mode).

2 –version

Menampilkan informasi versi VM.

3 –packages <path>

Menentukan jalur ke file konfigurasi package resolution.

4 -p <path>

Menentukan lokasi library yang harus diimpor. Opsi ini tidak dapat digunakan dengan –packages.

5 -h atau –help

Menampilkan bantuan.

Mengaktifkan Checked Mode #

Program Dart berjalan dalam dua mode yaitu :

  • Checked Mode
  • Production Mode (Default)

Disarankan untuk menjalankan Dart VM dalam checked mode hanya selama pengembangan dan pengujian, karena ini akan mengaktifkan peringatan dan notifikasi kesalahan (warning dan error) untuk membantu proses pengembangan dan debugging. Mode ini memberlakukan berbagai pemeriksaan seperti type-checking (pemeriksaan tipe data), dll. Untuk mengaktifkan mode ini, tambahkan opsi -c atau –-checked sebelum nama file Dart saat menjalankan script Dart.

Namun, untuk memastikan performance tidak menurun saat menjalankan script, tetap disarankan untuk menjalankan script dalam production mode. Jalankan checked mode hanya selama proses pengembangan aplikasi atau dalam proses pengujian.

Perhatikan file Test.dart berikut :

void main() { 
   int n = "Halo"; 
   print(n); 
}

Jalankan script dengan perintah :

dart Test.dart

Meskipun ada ketidaksesuaian tipe data, script berhasil dijalankan saat checked mode dimatikan. Script akan menghasilkan keluaran berikut :

Halo

Sekarang coba jalankan script dengan opsi “- – checked” atau “-c” −

dart -c Test.dart

Atau,

dart - - checked Test.dart

Dart VM akan menampilkan kesalahan yang menyatakan bahwa ada ketidakcocokan jenis atau tipe data.

Unhandled exception: 
type 'String' is not a subtype of type 'int' of 'n' where 
   String is from dart:core 
   int is from dart:core 
#0  main (file:///C:/Users/Administrator/Desktop/test.dart:3:9) 
#1  _startIsolate. (dart:isolate-patch/isolate_patch.dart :261) 
#2  _RawReceivePortImpl._handleMessage (dart:isolate-patch/isolate_patch.dart:148)

Identifiers atau ID di Dart #

Identifiers atau ID adalah nama yang diberikan ke elemen dalam program seperti variabel, fungsi, dll. Aturan untuk ID adalah :

ID dapat memakai karakter dan angka. Namun, ID tidak dapat dimulai dengan angka.

  • ID tidak boleh menyertakan simbol khusus kecuali garis bawah (_) atau tanda dolar ($).
  • ID tidak boleh berupa keyword yang dipakai oleh bahasa pemrograman Dart.
  • ID harus unik.
  • ID peka terhadap huruf besar-kecil (case sensitive).
  • ID tidak boleh berisi spasi.

Tabel berikut mencantumkan beberapa contoh ID yang valid dan tidak valid :

ID yang valid ID tidak valid
namaDepan Var
nama_depan nama depan
num1 nama-depan
$result 1number

Keyword Pada Dart #

Keyword memiliki arti khusus dalam konteks suatu bahasa pemrograman dan merupakan kata khusus yang dipakai untuk bahasa pemrograman tersebut. Keyword tidak boleh dipakai sebagai identifiers atau ID.

Tabel berikut mencantumkan beberapa keyword di Dart:

abstract 1 continue false new this
as 1 default final null throw
assert deferred 1 finally operator 1 true
async 2 do for part 1 try
async* 2 dynamic 1 get 1 rethrow typedef 1
await 2 else if return var
break enum implements 1 set 1 void
case export 1 import 1 static 1 while
catch external 1 in super with
class extends is switch yield 2
const factory 1 library 1 sync* 2 yield* 2

Whitespace dan Line Breaks #

Dart mengabaikan spasi, tab, dan baris baru yang muncul di program. Anda dapat menggunakan spasi, tab, dan baris baru secara bebas dalam program Anda dan Anda bebas memformat dan membuat indentasi program Anda dengan cara yang rapi dan konsisten yang membuat kode mudah dibaca dan dipahami.

Dart Peka Huruf Besar/Kecil (Case-Sensitive) #

Dart peka terhadap huruf besar-kecil atau biasa disebut dengan istilah case sensitive. Ini berarti bahwa Dart membedakan antara karakter huruf besar dan huruf kecil.

Pernyataan Diakhiri Dengan Titik Koma #

Setiap baris instruksi disebut pernyataan. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan titik koma (;). Satu baris dapat berisi beberapa pernyataan. Namun, pernyataan ini harus dipisahkan dengan titik koma.

Komentar di Dart #

Komentar adalah cara untuk meningkatkan keterbacaan suatu program. Komentar dapat digunakan untuk memasukkan informasi tambahan tentang program seperti pembuat kode, petunjuk tentang function/construct, dll. Komentar diabaikan oleh kompiler.

Dart mendukung jenis komentar berikut :

  • Komentar satu baris ( // ) − Setiap teks antara “//” dan akhir baris diperlakukan sebagai komentar
  • Komentar multi-baris (/* */) − Komentar ini dapat menjangkau beberapa baris.

Contoh

// ini adalah komentar satu baris
 /* ini adalah komentar beberapa baris  */

Object-Oriented Programming di Dart #

Dart adalah bahasa berorientasi Object (Object Oriented Programming atau OOP). OOP adalah paradigma pengembangan perangkat lunak yang mengikuti pemodelan dunia nyata. OOP menganggap program sebagai kumpulan Object yang berkomunikasi satu sama lain melalui mekanisme yang disebut fungsi.

  • Object − Object adalah representasi real-time dari entitas apa pun. Setiap objek harus memiliki tiga fitur :
    • State – dijelaskan oleh atribut dari suatu Object .
    • Behavior – menjelaskan bagaimana Object akan bertindak.
    • Identity− nilai unik yang membedakan suatu Object dari sekumpulan Object serupa.
  • Class− Class dalam OOP adalah cetak biru untuk membuat Object . Class merangkum data untuk Object.
  • Method– Method atau fungsi memfasilitasi komunikasi dan operasi data antar Object.

Contoh: Dart dan Object Orientation

class TestClass {   
   void disp() {     
      print("Halo Dunia"); 
   } 
}  
void main() {   
   TestClass c = new TestClass();   
   c.disp();  
}

Contoh di atas mendefinisikan Class TestClass. Class ini memiliki fungsi disp() yaitu fungsi untuk mencetak string “Halo Dunia” di terminal. Keyword new membuat Object c dari Class TestClass.  Object c memanggil fungsi disp() .

Kode diatas harus menghasilkan keluaran berikut :

Halo Dunia

Tinggalkan Balasan

Keranjang Belanja0
Keranjang belanja kosong ...
0